Site Loader
Fak. Ushuluddin Adab dan Dakwah Jl. G. Obos Kompleks Islamic Centre Palangka Raya

Jelang akhir tahun bertepatan tanggal 29-31 Desember 2019, telah di lakukan visitasi yang di laksanakan di ruangan Gedung Pasca Sarjana IAIN Palangka Raya. Setelah itu, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) mendapatkan Surat Keputusan dari BANPT mengenai Peringkat Akreditasi untuk Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) mendapatkan peringkat Akreditasi B.

Dekan FUAD Dr. Desi Erawati M. Ag mengatakan, kepantasan atau kepatutan dari suatu program studi pada perguruan tinggi diperlukan namanya akreditasi. Dan  dengan persiapan yang luar biasa dari Sekprodi dan tim di BKI akhirnya meraih hasil yang cukup memuaskan dengan peringkat B itu bisa menaikkan rating prodi BKI itu layak di jual.

“Dan Alhamdulillah hasil telah keluar dari BANPT yang di muat dalam sertifikat yang merupakan suatu kebanggaan, khususnya anak prodi BKI dan FUAD pada umumnya dengan akreditasi B ini” beber Dekan.

Menurut Sekretaris prodi BKI Arini Safitri M. Psi mengatakan bahwa untuk akreditasi ini penting karena bentuknya pengakuan. Jadi sebagai legalitas pengakuan bahwa sebenarnya prodi ini layak untuk di pilih masyarakat.

“Artinya, masyarakat juga pada saat memilih prodi BKI itu juga ada rasa di percaya oleh masyarakat luas dan sudah terakreditasi. Dan untuk mahasiswa juga sangat banyak manfaatnya juga dalam mencari pekerjaan sehingga pada akreditasi B juga sangat membantu untuk para alumni dari prodi BKI,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil dekan I H. Fimeir Liadi M. Pd menambahkan, untuk akreditasi ke depan itu dengan melihat aturan Mendiknas yang baru kecuali untuk naik peringkat. Jika naik peringkat dari B menjadi A jadi semua pandangan semua pihak dan kita semua memiliki fokus pikiran agar meraih berstandar A. “Saya berupaya dengan kawan-kawan prodi dan Dekan untuk memajukan prodi di FUAD dan BKI sudah memiliki isi kualitas yang baik dengan apa yang diraihnya, kalau tidak A sekiranya kita memiliki standar yang sudah di penuhi oleh pemerintah. Mimpi saya untuk FUAD paling tidak punya standar Internasional. Kalau sudah punya itu kita sudah memiliki pelayanan yang baik kepada mahasiswa maupun masyarakat. Itu hanya mimpi saya,” ucapnya optimis. (SF/FAI)

Post Author: FUAD IAIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *