FUAD IAIN Palangka Raya Gelar Workshop Kurikulum Berbasis KKNI

Palangka Raya – Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Palangka Raya melaksanakan kegiatan Workshop Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di aula FUAD, kampus IAIN Palangka Raya pada Sabtu, 2 November 2019. Acara ini menghadirkan pakar KKNI dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dekan FUAD, Dr. Desi Erawati, M.Ag mengatakan bahwa KKNI merupakan kerangka acuan yang dijadikan ukuran dalam pengakuan penjenjangan pendidikan. KKNI juga disebut sebagai kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di pelbagai sektor.

Menurut Perpres No. 08 tahunn 2012, KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia. Jadi, dapat disimpulkan bahwa KKNI merupakan program studi yang mengharuskan sistem pendidikan di Perguruan Tinggi memperjelas profil lulusannya, sehingga dapat disesuaikan dengan kelayakan dalam sudut pandang analisa kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya target pencapaian ini, FUAD harus mampu menjabarkan sebuah capaian pembelajaran pada setiap mata kuliah yang ada sehingga tersusun sesuai kebutuhan profil kelulusan. “Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di Perguruan Tinggi akan menguatkan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus menjamin kualitas lulusaan,” ujar Dr. Desi Erawati.

Dr. Abdul Malik Karim Amrullah menjelaskan di hadapan seluruh peserta tentang proses penyusunan Kurikulum berbasis KKNI

Dalam pemaparannya dihadapan civitas akademika FUAD IAIN Palangka Raya, Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd. mendedahkan, “KKNI akan memudahkan mahasiswa FUAD IAIN Palangka Raya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sebab para lulusan dapat disamakan dengan lulusan dari Universitas di ASEAN.”

Menurut Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd., untuk meningkatkan kualitas lulusan Perguruan Tinggi, ada beberapa hal yang patut dipenuhi:

(1) Penerapan kurikulum berbasis KKNI di Perguruan Tinggi sangatlah dibutuhkan karena dapat mengasah potensi mahasiswa untuk menjadi agen yang berwawasan luas dan memiliki skill yang memang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan di masyarakat. Selain itu, sistem KKNI ini lebih memudahkan pihak Perguruan Tinggi untuk menentukan tujuan akhir sebagai hasil capaian pembelajaran yang selama ini diajarkan. Dengan demikian, adanya penerapan KKNI ini menjadikan mahasiswa lebih banyak berkontribusi dalam pelbagai hal.

(2) Penerapan kurikulum berbasis KKNI ini bukanlah hanya secarik kertas yang bisa dengan mudah dihapus dan disusun ulang mengikuti format terbaru. Tetapi ia merupakan seperangkat alat pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai sumber daya untuk mengolah masukan menjadi luaran yang memiliki nilah lebih, sehingga ada konsekuensi di dalam pemberlakuannya. “Pengembangan skill pada setiap mahasiswa dapat dilakukan dengan beberapa cara, tidak hanya melalui pendidikan yang berbasis KKNI untuk menciptakan lulusan-lulusan aktif dan dapat berkontribusi di masyarakat. Kebebasan berpikir ini sebenarnya membantu mahasiswa untuk menentukan berbagai perihal terkait problematika yang ada. Terlebih terkait masalah calon-calon kontributor yang sesuai kriteria masyarakat,” pungkas Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd. (MI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *